Description:
Kaum Buruh dalam Proses Produksi, sebuah risalah yang lahir di fajar pembangunan, adalah sebuah cermin tentang dwitunggal yang tak terelakkan: antara modal yang diam dan tenaga yang bergerak, yang saling butuh-membutuhkan di dalam rahim proses produksi. Ia menolak pandangan kusam yang meletakkan manusia sekadar sebagai middel atau alat, seakan buruh hanyalah baut yang bisa diganti atau mesin yang bisa dihitung penyusutannya; sebab buruh adalah subyek yang memiliki martabat kemanusiaan dan tujuan dalam dirinya sendiri. Penulisnya, Rd. Hasan Nata Permana, membayangkan sebuah pergaulan hidup yang baru, di mana pengusaha dan pekerja duduk di satu perahu, mendayung bersama agar tidak karam dalam ketegangan atau nafsu sewenang-wenang yang menghancurkan. Namun, risalah ini juga mengingatkan dengan nada yang liris bahwa setiap perubahan organisasi yang bersifat uitwendig (lahiriah) akan menjadi hampa tanpa perubahan inwendig (jiwa) di dalamnya, seolah menegaskan bahwa keadilan bukanlah sebuah formula matematika yang dingin, melainkan sebuah laku dan proses yang menuntut kejujuran batin. Pada akhirnya, kemakmuran hanyalah sebuah janji yang melayang di kaki langit, jika kerja tidak lagi dihayati sebagai pengabdian sosial dan nafkah bagi sesama, dan manusia hanya tersisa sebagai angka-angka dalam buku akuntansi yang bisu. Ia ibarat sepasang gunting: kita tak pernah bisa memastikan bilah mana yang lebih berjasa dalam memotong kain sejarah, namun kita tahu bahwa tanpa kerja sama keduanya, kain itu tak akan pernah menjadi sehelai pakaian bagi bangsa yang merdeka.