Budaya Zine dan Kemunculan Anarkisme di Indonesia

Ferdhi F. Putra

Description:

Sebagai ide, anarkisme sudah ada di Indonesia sejak era kolonial Belanda. Pada saat itu gagasan-gagasan tentang anarkisme tersebar di media-media yang diinisiasi oleh kaum pergerakan dan termanifestasi dalam gerakan perlawanan kaum pribumi. Akan tetapi, sebagai sebuah gerakan yang cukup terorganisisasi, anarkisme baru muncul pada pertengahan 1990an oleh kaum punk. Gagasan anarkisme, yang saat itu nyaris tidak dikenal, disebarkan oleh kaum punk melalui zine. Submissive Riot: Non Profit Anarcho Newsletter dirintis oleh kelompok punk politis bernama Front Anti Fasis (FAF). Zine ini terbit pada pertengahan 1996 dan diklaim sebagai zine punk pertama yang membawa pesan-pesan politis bertendensi anarkistik. Para perintisnya terinspirasi dari zine-zine punk yang mereka dapat dari kugiran punk yang melawat ke Indonesia kala itu dan jejaring anarko-punk di luar negeri. Melalui Submissive Riot, mereka memperkenalkan gagasan anarkisme kepada komunitas punk, yang kemudian menyebar di kalangan aktivis gerakan sosial. Zine ini menjadi salah satu inspirasi bagi kemunculan zine-zine anarkis, baik yang dirintis oleh punk maupun kelompok bukan punk di tahun-tahun berikutnya. Makalah ini mencoba menelusuri bagaimana budaya zine yang dipraktikkan oleh kaum punk memberi pengaruh signifikan terhadap kemunculan dan perluasangerakan anarkisme di Indonesia.