<font color="#1e1915" face="Proxima Nova, Montserrat, Arial, sans-serif">"Semoga pembaca, menjadi ganas dan buas seperti apa yang ia baca, menemukan jalannya yang liar dan suram melintasi rawa-rawa yang sunyi dan beracun dari halaman-halaman ini."</font>
<font color="#1e1915" face="Proxima Nova, Montserrat, Arial, sans-serif">Demikian Comte de Lautréamont membuka kitab terkutuk ini. Les Chants de Maldoror bukanlah sebuah novel, melainkan sebuah serangan frontal terhadap kewarasan dan moralitas. Melalui enam nyanyian (cantos) yang memuakkan sekaligus memukau, sosok Maldoror hadir sebagai perwujudan kejahatan murni yang melancarkan perang abadi melawan Umat Manusia dan Sang Pencipta.</font>
<font color="#1e1915" face="Proxima Nova, Montserrat, Arial, sans-serif">Penuh dengan deskripsi penyiksaan yang puitis, metamorfosis hewan yang ganjil, dan penghujatan yang tak kenal ampun, buku ini adalah nenek moyang Surealisme yang dipuja oleh Salvador Dalí dan André Breton. Ini adalah mimpi buruk yang ditulis dengan keindahan yang melumpuhkan.</font>
<font color="#1e1915" face="Proxima Nova, Montserrat, Arial, sans-serif">Masuklah jika berani, tapi jangan berharap kamu akan keluar sebagai orang yang sama.</font>
Description:
</font>
</font>
</font>